Mens Sana in corpore Sano*)
[Di dalam tubuh yang kuat terdapat
jiwa yang sehat]
UNGKAPAN Latin ini sesungguhnya adalah sebuah mahakarya sastra
dari seorang pujangga Romawi, Decimus Junius
Juvenalis
(40-160 M), dalam
Satire X, sekitar abad kedua Masehi. Genre sastra Romawi ketika itu umumnya
berbentuk satire, secara lengkap : "Orandum est ut
sit mens sana in corpore sano" artinya: hendaklah kamu semua
berdoa agar ada jiwa yang sehat di dalam badan yang sehat.
berdoa agar ada jiwa yang sehat di dalam badan yang sehat.
Fokus kita:
1.
Tubuh
2.
Pola Hidup
3.
Tanda syukur atas tubuh yang sempurna
Pembacaan : 3 Yohanes 1:2
Allah melalui rasul Yohanes
mengehendaki orang-orang percaya itu sehat-sehat
dan juga jiwanya baik-baik
saja, ini dikandung maksud adalah jiwa dan kesehatan kita itu agar berjalan
sesuai dengan berkat, kehendak, dan
petunjuk-Nya. Namun, hal ini bukan berarti bahwa orang-orang Kristen akan bebas dari
penderitaan dan kekurangan karena pada saat tertentu Allah mungkin mengizinkan
kita ada di dalam kekurangan untuk melihat dan menumbuhkan iman percaya dari setiap
anak-anak-Nya.
Menghargai tubuh yang sempurna dimaksudkan yaitu dengan
merawatnya sedemikian rupa (tidak lebay/lejoo); hal yang paling
umum dilakukan adalah: mengkonsumsi makanan yang sehat, bergizi seimbang,
perawatan rambut/kulit/muka, berolahraga, peka terhadap seni, rekreasi, dan
tentunya kesehatan dari dalam tubuh itu sendiri (mental spritual). Tersering
kita mendengar persoalan-persoalan terhadap apa yang dikonsumsi (makanan dan
minuman serta yang masuk ke dalam tubuh dengan dihisap dan dibaui) seperti
anggur (minuman keras), rokok, narkotika dan sejenisnya. Dari 1 Timotius 5:23 kita baca:
Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit,
berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.
di bagian ini Paulus meminta Timotius untuk menjaga
kesehatannya dengan minum sedikit anggur manis yang dalam bahaya Yunani disebut
oinos, anggur ini tidak memabukan dan
tidak membuat kepala menjadi berat/pusing sebaliknya kandungan unsur alkalinya akan membantu proses pencernaan dalam lambung dan glukosa yang ada di
dalamnya akan membantu Timotius untuk menjadi lebih kuat dan segar dalam
melakukan segala tugas pelayanannya. Tegas dikatakan sedikit ya? Ingat Bukan untuk
memancing-mancing dengan alasan sedikit, sedikit,lama-lama menjadi ????Lupa
sedikit malah... J
Dari 2 FT kita ini, kita mengetahui bahwa dalam Alkitab kesehatan fisik merupakan
hal yang penting, selain itu dalam 1
Korintus 10:31 dikatakan pula:
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum,
atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Dari pembacaan ini
kita dapat menyimpulkan bahwa dalam hal makan dan minum dan melakukan segala
sesuatu kita harus mempunyai tujuan yang benar yaitu untuk memuliakan Allah. Dan dalam bagian ini juga ditegaskan bahwa
kondisi fisik orang percaya berhubungan langsung dengan tujuan rohaninya, atau
dengan kata lain fisik dan rohani memang berbeda tapi merupakan satu kesatuan
yang tidak terpisahkan.
Dengan demikian maka
orang yang sehat rohaninya pasti dia akan berusaha menjaga
kesehatan fisiknya karena dia mengetahui apa yang Tuhan mau bagi dirinya, namun
bukan berarti orang yang tidak sehat fisiknya, rohani juga tidak sehat. Kalau hal ini terjadi
pasti Tuhan punya maksud dan rencana tertentu bagi orang ini.
Bahkan
Alkitab jelas sekali mengatakan bahwa kita perlu memelihara tubuh kita dengan
baik (1 Korintus 6:19-20à tubuh sebagai Bait
Allah) dan Efesus 5:29
memberitahu kita, “Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi
mengasuhnya dan merawatinya, …”
Pertanyaan :
1. Apakan orang
percaya harus menjaga kesehatannya?
2. Bagaimana
caranya orang percaya dapat menjaga kondisi kesehatannya?
Untuk pertanyaan I saya rasa
sebagian besar dari kita akan menjawab YA. Namun tidak menutup kemungkinan ada
yang menjawab YA tetapi tidak sungguh-sungguh menjaga kesehatannya dengan
berbagai alasan.
Untuk menjawab pertanyaan bagaimana
caranya ini, ada beberapa point utama yang saya angkat, yaitu :
1.
Makan makanan bergizi yang benar
Berkaitan
dengan makanan, kalau kita lihat pada awal penciptaan, Allah memberikan manusia
makan segala tumbuhan yang berbiji dan segala pohon-pohon yang buahnya berbiji
(kej.1:29). Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, Allah memberikan
mereka unutk makan tumbuh-tumbuhan di padang (Kej. 3:18). Setelah air bah,
Allah memberikan manusia makan daging yang halal (Kej.7:2-3). Bagaimana dengan
kita, orang percaya zaman ini, apa yang boleh kita makan? Apakah kita juga
tidak boleh makan daging yang haram menurut Imamat 11 dan Ulangan 14? Mari kita
buka Kis. 10:10-16. dalam pembacaan ini Petrus mendapat penglihatan dan dalam
penglihatannya terdapat binatang-binatang yang haram namun Allah menyuruhnya
makan, awalnya dia menolak namun Allah mengatakan “Apa yang yang dinyatakan
halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram”. Jadi bagaimana?
Sebenarnya bukan Alkitab yang kontradiksi tapi marilah kita makan dengan ucapan
syukur dan makan secukupnya dengan variasi makanan yang seimbang. Sebab Firman
Tuhan dalam Matius 15:11 menyatakan :
"Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan
orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
Dan firman ini dilanjutkan dengan :
15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut
turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang
menajiskan orang.
Selain itu, Alkitab memperingatkan kita terhadap
ketamakan/hal yang berlebih-lebihan (Ulangan 21:20, Amsal 23:2, 2 Petrus 1:5-7,
2 Tmotius 3:1-9, 2 Korintus 10:5). Pada saat yang sama Alkitab memberi
peringatan mengenai kesia-siaan (1 Samuel 16:7; Amsal 31:30; 1 Petrus 3:3-4).
2.
Istirahat/rekreasi
Tubuh harus mendapatkan istirahat untuk memperbaiki dirinya sendiri. Kita
harus menyediakan waktu untuk berekreasi dan beristirahat untuk menghilangkan
ketegangan dalam pekerjaan atau kewajiban keluarga. Tanpa istirahat yang cukup,
orang sering kali mengalami kegugupan, depresi, atau mudah tersinggung. Tekanan
emosi seperti itu dapat menyebabkan sakit, yang akan memaksa kita untuk
beristirahat seperti yang dituntut oleh tubuh kita. Tidak ada pengganti dari
tidur yang baik di malam hari.
Mengisi kembali batere kerohanian setiap hari juga penting bagi kesehatan
fisik. Renungan harian, belajar Alkitab, dan doa dari seorang Kristen akan
menyembuhkan tubuh dan juga jiwanya. Kita juga memerlukan istirahat yang
teratur dari pekerjaan, hari peristirahatan, dan liburan sekali dalam setiap
enam bulan atau setahun (1 Petrus 4:7).
3.
Olahraga
1
Timotius 4:8 memberitahu kita, “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi
ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup
ini maupun untuk hidup yang akan datang.” Perhatikan bahwa ayat ini tidak mengatakan bahwa olahraga
tidak ada gunanya.
Ayat ini mengatakan bahwa olahraga berguna, namun
mengungkapkan prioritas yang benar
dengan mengatakan bahwa ibadah
memiliki nilai yang lebih besar. Rasul Paulus juga menyebut tentang latihan
badani dalam ilustrasi mengenai kebenaran rohani.
1 Korintus 9:24-27, “ Tidak tahukah kamu, bahwa dalam
gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu
orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu
memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam
pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk
memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota
yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan
petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan
menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain,
jangan aku sendiri ditolak.”
2 Timotius 2:5: “Seorang olahragawan hanya dapat
memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut
peraturan-peraturan olahraga.”
2 Timotius 4:7: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang
baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”
Jadi jelaslah bahwa tidak ada salahnya orang Kristen
berolahraga.
4.
Tidak merokok
Alkitab tidak pernah secara langsung menyinggung tentang
merokok. Namun demikian ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan pada
merokok. Pertama, Alkitab memerintahkan kita untuk tidak membiarkan tubuh kita
“diperhamba” oleh apapun atau Dipaksa
takluk=kecanduan.
1 Korintus 6:12 menyatakan, “Segala sesuatu halal bagiku,
tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak
membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.”
Tidak dapat disangkal merokok dapat menyebabkan kecanduan
yang kuat. Dalam pasal yang sama, belakangan kita diberitahukan bahwa tubuh
kita adalah bait Roh Kudus,..karena itu muliakanlah Tuhan dengan tubuhmu (1Kor.
6:19-20). Tidak dapat disangkal merokok sangat merusak kesehatan. Merokok telah dibuktikan oleh
berbagai penelitian kesehatan dan ilmiah bahwa dapat merusak paru-paru dan juga sering merusak jantung.
Dengan mengatakan bahwa merokok itu dosa,
kita tidak mengatakan bahwa semua perokok tidak diselamatkan. Banyak orang yang
percaya pada Yesus Kristus yang merokok. Merokok tidak menghalangi seseorang
untuk diselamatkan, dan juga tidak membuat orang kehilangan keselamatan.
Merokok tidak membuat orang tidak dapat diampuni, baik untuk orang menjadi
Kristen, maupun untuk orang Kristen yang bersedia mengakui dosanya kepada Allah
(1 Yohanes 1:9). Pada saat yang sama, dengan yakin kami percaya bahwa merokok
adalah dosa yang harus ditinggalkan dan dengan pertolongan Tuhan, diatasi.
5. Tidak minum minuman beralkohol, peringatan apakah yang Alkitab berikan
mengenai minuman beralkohol?
"Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya." - Amsal 20:1.
"Pencuri, orang kikir, PEMABUK, pemfitnah, dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." - I Korintus 6:10.
"Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya." - Amsal 20:1.
"Pencuri, orang kikir, PEMABUK, pemfitnah, dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." - I Korintus 6:10.
Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan
hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” (Efesus 5:18)
Alkohol
mempengaruhi sistem tubuh berikut ini:
1. Sistem kekebalan tubuh. Alkohol menurunkan kemampuan sel darah putih untuk melawan penyakit, maka itu meningkatkan resiko radang paru-paru, TBC, hepatitis, dan beberapa penyakit kanker.
2. Sistem kelenjar endokrin. Hanya dengan dua atau tiga minuman beralkohol setiap harinya meningkatkan resiko keguguran, kelahiran mati, dan kelahiran permatur.
3. Sistem sirkulasi. Penggunaan alkohol meningkatkan resiko serangan jantung, menurunkan kadar gula, dan meningkatkan lemak darah dan tekanan darah, sehingga meningkatkan tekanan darah tinggi.
4. Sistem pencernaan. Alkohol melukai perut sehingga menyebabkan lambung berdarah. Kebiasaan penggunaan alkohol meningkatkan resiko hati berlemak, hepatitis, dan sirosis hati.
1. Sistem kekebalan tubuh. Alkohol menurunkan kemampuan sel darah putih untuk melawan penyakit, maka itu meningkatkan resiko radang paru-paru, TBC, hepatitis, dan beberapa penyakit kanker.
2. Sistem kelenjar endokrin. Hanya dengan dua atau tiga minuman beralkohol setiap harinya meningkatkan resiko keguguran, kelahiran mati, dan kelahiran permatur.
3. Sistem sirkulasi. Penggunaan alkohol meningkatkan resiko serangan jantung, menurunkan kadar gula, dan meningkatkan lemak darah dan tekanan darah, sehingga meningkatkan tekanan darah tinggi.
4. Sistem pencernaan. Alkohol melukai perut sehingga menyebabkan lambung berdarah. Kebiasaan penggunaan alkohol meningkatkan resiko hati berlemak, hepatitis, dan sirosis hati.
Alkohol bertanggungjawab atas
persentase bunuh diri yang besar, kecelakaan lalu lintas, kasus penyiksaan
anak, dan kekejaman dalam rumah tangga.
6. Tidak Merajah/Tato/tindik
·
“Janganlah kamu menggoresi tubuhmu karena orang
mati dan janganlah merajah tanda-tanda pada kulitmu; Akulah TUHAN” (Imamat
19:28)
·
Yang perlu dipertimbangkan adalah soal sopan santun.
Alkitab memerintahkan kita untuk berpakaian dengan sopan (1 Timotius 2:9 à jika hal yang
dihadapi mengandung keragu-raguan tingalkan!! (Roma 14:23)
Dalam tubuh yang sehat terkandung jiwa yang sehat dan tidak bisa
ditawar-tawar pernyataan itu, ini memberikan pemahaman bahwa jiwa sehat selalu
diawali dari tubuh sehat meskipun terkadang berkontradiksi. Tubuh kita harus menjadi persembahan yang hidup,Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah
aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan
yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang
sejati (Roma 12:1).----------
*) disampaikan pada PB PMK FKIP Undana tgl 19 Januari 2013